728x90 AdSpace

Latest News

Friday, 28 December 2007

Sekilas Hidup

Konstanta merupakan nickname atau nama panggung yang dipilih seorang vokalis band cutting edge berasal dari Bogor untuk berekspresi di panggung. Lahir pada tanggal 22 Desember 1982 di bagian timur Jakarta, Indonesia dengan nama Dhoni Saputra yang diambil dari nama ayah dan ibunya.

Kelahiran konstanta memang sangat ditunggu-tunggu oleh orang tuanya, Sang Ibu mengharapkan si bayi kecil berkelamin perempuan sedangkan Sang Ayah menginginkan lelaki. Setelah penungguan yang sudah diketahui waktunya (Sekitar 9 Bulan 11 hari), konstanta lahir dengan mengenakan tubuh laki-laki. Semuanya berbahagia, tetapi masih ada kekecewaan di hati Sang Ibu karena apa yang diinginkannya tidak terpenuhi, yaitu memiliki anak pertama yang berjenis kelamin lelaki. Karena tidak ingin memendam kekecewaan terlalu lama, Sang Ibu mendapatkan solusi dimana dia tidak perlu kecewa dengan pemberian Tuhan ini dengan cara mendidik konstanta segala sesuatu tentang perempuan seperti memasak, merawat diri dan bersolek. Semuanya senang sekarang, dan hasilnya adalah pribadi konstanta yang transgender dan terkadang memiliki sifat-sifat feminism yang cukup banyak disbanding kejantanannya.

Pada usia balitanya, konstanta sering dijadikan bulan-bulanan oleh teman-teman kecilnya, ini mungkin dikarenakan oleh tubuh kurus dan kecil yang dimilikinya. Hal ini berlangsung cukup lama sampai Konstanta menginjak bangku SD di pinggiran bogor, tepatya di daerah cileungsi, sebelumnya Konstanta tinggal di Bogor. Teman masa kecilnya banyak yang ia lupa, ini disebabkan oleh berpindah-pindahnya tempat tinggal keluarga Konstanta.

Semua di awali pada masa SMP, ketertarikannya akan musik di awali dengan kosongnya posisi Vokalis band teman-temannya, sebelumnya Konstanta hanya bertindak sebagai penonton teman-temannya latihan di studio. Setelah ia ditawari untuk mengisi posisi vokalis, Konstanta terkungkung pada posisinya dan mulai mengadiksi kehidupan sosialnya, perubahan-perubahan mulai muncul. Kebiasaan belajar setelah pulang sekolah, pulang tepat waktu, sifat pemalu dan introvertnya berkurang. Ini semua karena kecintaannya terhadap musik.

Berbekal inspirasi musik yang sedikit, Konstanta memulai debut pertamanya di Panggung Ulang Tahun IEC dengan membawakan lagu-lagu dari Oasis dan Green Day. Untuk pertama kalinya Konstanta bersama bandnya itu tampil di depan orang banyak dan itu sangat membuat dia ketakutan. Psikologi Amatir.

Inspirasi yang mulai bertambah sedikit demi sedikit di awali dengan kecintaanya terhadap The Cure, Morrissey, Porno For Pyros, James, Gene, Blue Boy, Bennet, Pulp, Blur, etc… menjadikan Konstanta memiliki kecenderungan mengusung aliran Britpop, dulunya bernama Indies. Selama perjalanan musiknya, Konstanta tidak banyak berganti-ganti band. Dari band bernama Minus, Red Shirt dan akhirnya Eyeliner. Eyeliner yang mulai memupuk kecintaannya terhadap panggung-panggung acara. Acara-acara Indie mulai didatangi dan diamati. Eyeliner format pertama mengusung aliran Britpop denngan meng-cover lagu-lagu Morrissey dan The Cure yang akhirnya mendeklarasikan dirinya menjadi spesialis Morrissey. Poster Café, M Club, Gueni, Nirvana, GM2000, Classic Rock Café menjadi saksi Eyeliner bermain dan berekspresi saat itu.

Bulan Juni 2000, satu persatu personil Eyeliner berguguran dikarenakan kuliah dan jarangnya intensiatas pertemuan diantara mereka seiring dengan diterimanya Konstanta sebagai seorang mahasiswa di Jurusan Fisika FMIPA IPB, dan Konstanta memulai kehidupan kampusnya dengan mencari teman-teman musisi yang memiliki taste yang sama. Sebelum memulai kehidupan kampusnya, Konstanta berbicara kepada Former-former Eyeliner untuk meneruskan perjuangan Eyeliner yang sudah bertahan di dunia musik. Hal inilah yang membuat Konstanta selalu berganti-ganti pasangan demi mencari pasangan yang tepat untuk bersama-sama merajut dan membina hidup di jalan musik yang memiliki idealisme satu.

Disinilah akhirnya konstanta menemukan keluarga Eyeliner sekarang. Kehidupan kampus Konstanta di warnai dengan nongkrong dengan berbagai teman dari lintas jurusan dan fakultas, dia tidak banyak ikut dalam organisasi intra dan ekstra kampus, MATASEFA dan HMI dua-duanya. Kondisi kampus yang miskin ekspresi seni membuat Konstanta sangat aktif membuat acara-acara musik di kampus dengan teman-teman seperjuangannya seperti Age (Subnet6), Kocha (Fu Kocha), Cupi, Ical dan Athaya (Levi).
no image
  • Title : Sekilas Hidup
  • Posted by :
  • Date : 14:29
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Top